Yogyakarta (ANTARA News) - Volume kendaraan bermotor di Daerah Istimewa Yogyakarta selama Natal-Tahun Baru diperkirakan meningkat sebesar 4,3 persen, kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika provinsi ini, Tjipto Haribowo.

"Selama Natal-Tahun Baru volume kendaraan bermotor di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan mencapai 5,9 juta, meningkat dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 5,7 juta kendaraan. Dari jumlah itu sekitar 60 persen di antaranya sepeda motor," katanya di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, untuk mengantisipasi kemacetan dan memudahkan pengawasan, Dishubkominfo bersama Polda DIY telah memasang 20 CCTV di berbagai titik. Polda DIY telah memasang 15 CCTV di berbagai area padat, sedangkan Dishubkominfo DIY telah menyiapkan CCTV di lima titik.

"Lima titik itu adalah Jombor, Maguwoharjo, simpang empat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Tugu, dan Mirota Kampus. CCTV tersebut juga bisa diakses `streaming` melalui fasilitas android," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga akan menerapkan sistem buka tutup di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta pada malam pergantian tahun.

"Kendaraan bermotor tidak diizinkan melintas pada jam tertentu untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut," katanya.

Menurut dia, penutupan sepanjang Jalan Malioboro dilakukan secara fleksibel dengan koordinasi bersama Polda DIY. "Artinya, kendaraan bermotor dialihkan ke titik tertentu sebagai antisipasi ketiadaan lahan parkir di Alun-alun Utara yang sedang digunakan untuk pasar malam perayaan Sekaten," katanya.

Ia mengatakan Jalan Malioboro menjadi perhatian karena parkir di Alun-alun Utara tidak bisa digunakan, sehingga disiapkan beberapa tempat parkir.

"Namun, berhubung cukup sulit untuk mengarahkan kendaraan bermotor, kami bersama Polda DIY akan memberlakukan sistem buka tutup untuk mengarahkan kendaraan keluar area pusat kota," katanya.

Menurut dia, pihaknya belum memastikan lokasi parkir pengganti. Namun rencana sementara akan mengarahkan parkir kendaraan bermotor di sekitar Jalan Mataram, Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Dagen, dan mengarahkan kendaraan besar seperti bus pariwisata ke kawasan parkir Ngabean dan Senopati.

Jika memang diperlukan, kata dia, 20 bus TransJogja yang baru saja dihibahkan bisa beroperasi untuk mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

"Kami berharap konsentrasi kegiatan malam pergantian tahun juga bisa terpecah, tidak hanya di satu titik lokasi," kata Tjipto. (ANT)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com